Selasa, 22 Februari 2011

Dalil Tentang Berjilbab

Berjilbab merupakan kewajiban seorang muslim untuk menutupi aurat.berjilbab pada saat sekarang ini banyak yang menyalahgunakan ,banyak wanita berjilbab tetapi hanya untuk kedok saja....!
tetapi tidak semua muslim seperti itu,maka dari itu mari kita pelajari makna jilbab yang sesungguhnya.
Sesungguhnya wanita muslim wajib mengenakan jilbab untuk menutup auratnya.
berjilbab harus didasari dengan keimanan kita,untuk memperkuat dalam berjilbab.

Hukum Jilbab bagi Wanita 

Setiap orang muslim tentu mengerti apa hukum jilbab yang sebenarnya. Hukum jilbab adalah wajib bagi para wanita muslim, tanpa terkecuali. Jilbab adalah pakaian khusus wanita muslim yang dikenakan untuk menutup dan melindungi aurat, khususnya bagian kepala (kecuali wajah). Kainnya menutupi rambut, telinga, leher, dan kain tersebut menjuntai hingga menutupi dada dan perut.

Banyak hadits yang mengatakan bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita. Hadits-hadits tersebut kiranya cukup untuk mengingatkan semua wanita muslim dan melakukan introspeksi diri. Apakah segala kewajiban sebagai muslimah telah terpenuhi?
Faktanya, sampai saat ini, Anda masih banyak bertemu para wanita muslim yang masih enggan untuk memakai jilbab. Padahal mereka pasti mengerti tentang bagaimana hukum jilbab dalam Islam. Ada yang berkata belum siap, malas, tapi ada pula yang memang dilarang memakai jilbab, entah itu oleh orang tua atau suami. Alasannya bermacam-macam, ada juga karena sayang kalau rambutnya yang indah itu ditutupi.
Kenapa Harus Berjilbab?
Pertanyaan tentang alasan berjilbab memang sering sekali dilontarkan, baik oleh para wanita muslim maupun non-muslim. Jawaban yang paling mudah adalah karena hukum jilbab adalah wajib, itu memang perintah agama Islam yang harus dipenuhi.
Namun jilbab memiliki makna tersendiri. Jilbab bisa disebut sebagai kain yang menutupi aurat, lantas muncul pertanyaan kenapa harus ditutup? Seburuk apakah bagian tubuh itu sampai-sampai harus ditutupi dari orang lain?
Tidak ada bagian tubuh yang buruk pada wanita, malah sebaliknya. Allah menciptakan wanita dengan segala keindahan yang luar biasa. Karena terlalu cantik dan indah itu, maka tubuh wanita harus ditutup, termasuk rambut/kepala.
Jilbab tak hanya sekedar menutup, tapi jilbab juga melindungi para wanita. Tidak percaya? Coba bayangkan ada dua wanita, satu tak berjilbab dan yang satu lagi menutup rapat aurat rambutnya. Manakah kira-kira yang paling banyak menarik perhatian pria?
Jawabannya tentu yang tak memakai jilbab. Mendapat perhatian pria memang bukan hal yang buruk, tapi keburukan bisa saja terjadi ketika setan mulai ikut andil dalam hal ini. Ketika si pria tertarik pada wanita pertama (tak berjilbab), setan pun mulai bergerak dan hal buruk apapun bisa terjadi.
Ayo Belajar Berjilbab
Bagi Anda para wanita muslim yang telah tahu betul bagaimana hukum jilbab namun masih belum memakainya, Anda bisa belajar pelan-pelan. Selalu ada proses, begitu pula untuk menjadi seorang wanita muslimah yang sempurna. Berikut ini tips berjilbab bagi Anda yang masih memiliki kendala untuk berjilbab:
1.  Niat  
Niat adalah yang paling utama dalam hal apapun. Percuma mengetahui hukum jilbab namun tidak ada niat dalam hati untuk memakainya. Jadi, niatkan hati Anda untuk benar-benar melindungi aurat.
2.  Jilbab Sesuai Mode
Anda mungkin akan mengeluh bahwa jilbab itu tidak sesuai mode, terkesan “tidak cantik”, dll. Seperti yang sudah tersebutkan di atas, untuk mencapai sesuatu haruslah belajar, dan belajar adalah proses.
Bila memang masih malas, belajarlah memakai jilbab biasa atau yang bisa disebut jilbab gaul. Umumnya jilbab seperti ini tidak sampai menutup dada atau perut, tapi cukup menutup rambut dan leher.
Apalagi saat ini sudah banyak jilbab dengan berbagai bentuk/model yang disesuaikan oleh tren masa kini.
3.  Menghilangkan Malas Berjilbab
Anda masih malas menggunakan jilbab sebagai pakaian sehari-hari? Tidak apa-apa, teruslah belajar secara konsisten. Mungkin Anda bisa membiasakannya memakai jilbab pada acara-acara tertentu, misal ke pengajian, datang ke rumah teman, dll. Namun, terus tetapkan niat Anda untuk berjilbab secara sempurna.
4.  'Melawan' larangan orang tua atau suami
Ini memang sangat sulit. Namun Anda patut tahu, bahwa perintah Allah melebihi perintah siapapun di dunia. Siapapun dia, selama memberi perintah yang tidak baik, Anda tidak wajib untuk menurutinya. “Lawan”, namun “melawan” bukan berarti dalam hal negatif, tapi cobalah untuk terus teguh pada hukum jilbab dan mulai memberi penjelasan bahwa jilbab adalah perintah Allah.
Katakan bahwa diri Anda sangat berharga dan perlu untuk dilindungi dan Anda hanya akan merasa nyaman dan aman ketika berjilbab.
Ungkapkan pula kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi bila Anda meninggalkan jilbab, itu mungkin lebih bisa membuat mereka mengerti.
5.  Mensiasati Jilbab
Kadang ada pula keluhan, misalnya memakai jilbab itu terasa panas atau bisa merusak keindahan rambut. Semua hal tersebut bisa disiasati. Anda bisa memilih jilbab dengan kain yang cocok dan terasa dingin (misalnya kain katun), atau ketika akan keluar rumah siang hari, mungkin akan lebih baik tidak memakai jilbab yang gelap agar tidak terlalu menyerap panas.
Untuk rambut yang mungkin akan kusut dan kusam karena berjilbab, Anda harus rajin-rajin merawatnya. Ketika sudah di rumah, lepas jilbab dan biarkan rambut Anda “bernapas”. Jangan lupa untuk selalu keramas dan memberinya vitamin khusus rambut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar